Bali Classic Center

11 03 2010

BCC adalah “Bali Classic Centre-BCC” yang menyuguhkan atraksi warisan seni budaya, termasuk tradisi kehidupan masyarakat yang kini secara bertahap sudah ditinggalkan.
“Taman Rekreasi yang mirip `Bali Mini` di bangun di atas lahan seluas lima hektar di Banjar Nyuhkuning, Ubud, tepatnya sebelah selatan Monkey Forest tempat berkeliaran ratusan kera,” kata perintis sekaligus pemilik BCC, Pande Ketut Krisna, SE di Batubulan, Gianyar.
Ia mengatakan, pembangunan BCC yang dirintis sejak Th 2001, sudah mulai diujicoba sejak Maret 2005, namun baru secara resmi akan dibuka untuk umum 23 Juli 2005.

Di Taman rekreasi BCC akan disuguhkan proses pembuatan merangkai janur (banten), kesenian tari, tabuh dan pedalangan serta proses dalam pengolahan hasil-hasil pertanian secara tradisional.
Krisna, pria kelahiran Gianyar 60 tahun silam yang merintis usahanya dari nol sebagai pedagang asongan di obyek-obyek wisata, telah menghimpun warga masyarakat sekitarnya untuk melakukan demontrasi aktifitas yang dilakoni masyarakat Bali yang kini sudah mulai ditinggalkan.
Aktifitas keseharian itu antara lain menumbuk padi secara tradisional dengan menggunakan alat “lesung” yang ditumbuk “Luwu” dan proses itu kini hampir tidak ada di Bali, karena sudah diambil alih teknologi menyosohan beras.

Demikian pula proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional sudah sangat langka, karena untuk praktisnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari menggunakan minyak kemasan produksi pabrik.
“Semua kehidupan tradisional masyarakat Bali akan diperagakan setiap hari di BCC, termasuk pementasan aneka jenis kesenian”.





Hello world!

11 03 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.